Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah
waktu baca 2 menit
Selasa, 6 Mei 2025 01:34 264 Redaksi
https://www.youtube.com/watch?v=WTmOdqhHcuk
Souces: youtube.com
Timenyala.ID – Rencana uji coba skema ganjil genap (gage) di kawasan wisata Anyer, Banten, menjadi perhatian publik di tengah upaya pemerintah daerah memulihkan sektor pariwisata pascapandemi COVID-19. Kebijakan ini dikaji sebagai salah satu opsi untuk mengatur arus kendaraan wisatawan pada periode liburan yang kerap mengalami kepadatan tinggi di jalur menuju kawasan pantai tersebut.
Pantauan Timenyala.ID pada Senin, 13 Desember 2021, menunjukkan bahwa wacana penerapan gage di Anyer masih berada pada tahap evaluasi oleh pemerintah daerah bersama pihak kepolisian dan dinas terkait. Kebijakan ini disebut bertujuan mengurai kemacetan yang sering terjadi saat akhir pekan dan musim liburan, terutama di jalur utama menuju destinasi wisata pesisir.
Di sisi lain, pelaku industri pariwisata menyampaikan kekhawatiran bahwa pembatasan mobilitas tersebut dapat berdampak pada minat kunjungan wisatawan. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten, PHRI Banten, menilai bahwa kebijakan pengaturan lalu lintas harus mempertimbangkan keseimbangan antara kelancaran arus kendaraan dan pemulihan ekonomi sektor pariwisata.
“Prinsipnya kami mendukung pengaturan lalu lintas, tetapi jangan sampai menghambat wisatawan yang ingin berkunjung ke Anyer. Industri perhotelan dan UMKM masih dalam tahap pemulihan,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip dari diskusi pelaku usaha pariwisata daerah.
Sementara itu, sejumlah analis pariwisata memprediksi bahwa tingkat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2022 masih akan berada di level rendah dibandingkan kondisi sebelum pandemi. Pemulihan perjalanan internasional yang belum sepenuhnya stabil serta kebijakan pembatasan di berbagai negara menjadi faktor utama yang memengaruhi proyeksi tersebut.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat itu menegaskan bahwa fokus utama masih pada pemulihan bertahap sektor pariwisata domestik. Strategi promosi wisata dalam negeri serta penguatan destinasi lokal menjadi prioritas untuk menjaga pergerakan wisatawan di tengah ketidakpastian kunjungan internasional.
Kombinasi antara kebijakan pengaturan lalu lintas di destinasi wisata dan proyeksi rendahnya kunjungan wisman mencerminkan tantangan ganda yang dihadapi sektor pariwisata Indonesia pada periode pemulihan, di mana aspek kenyamanan perjalanan dan keberlanjutan ekonomi harus berjalan seimbang.
Tidak ada komentar